April 07, 2010

Pelajaran dari Selai Kacang dan Jus Jeruk

Met pagi! tumben2nya kan ngepost pas pagi.

Pagi ini pengen minum jus jeruk, serasa hotel aja, tapi karena ga ada jeruk dan terlalu malas bikinnya, jadinya Pulpy Orange aja dah :D makannya? Roti isi selai kacang sama meises. Penasaran, aku ngeliatin satu-satu kemasan sarapanku, dan nemuin:

Pulpy dari Cibitung:


Ceres dari Bandung:


Skippy jauh-jauh dari prov. Shandong, Cina:


Dan Roti "Sweet", dari Jl. Jend. Sudirman, Balikpapan! :D


4 tempat yang beda zona waktu, iklim, kota, negara, bersatu di meja makanku :)

Kadang kita lupa gimana perjuangan makanan2 ini cuma buat datang ke meja makan kita, dari benih dia tumbuh dalam hitungan minggu/bulan; kalau selamat dari hama, banjir, kekeringan, dan sesuai standar; Dipanen petani; Dibawa ke pabrik buat diolah dirubah bentuknya; Dikirim nyebrang lautan atau sekedar toko di sebrang jalan; dipajang di etalase; dan akhirnya kita beli. Tapi ada aja yang ga pernah kebeli atau dimakan dan akhirnya basi dan dibuang gitu aja. Sedih.

Karena makanan bukan tentang kita aja, tapi tentang kesabaran petani, buruh yang dibayar murah, orang-orang kecil lain untuk memastikan kalo makanan ini bisa sampai, dan juga keringat orangtua kita
.

Aku sendiri suka buang makanan hanya gara2 ga suka atau lagi ga mau, padahal aku tau apa artinya sisa nasiku buat orang miskin dan anak-anak kelaparan di Afrika sana. Tapi karena kita teralu nyaman sama hidup kita, kita lupa betapa beruntungnya kita, bukan soal makanan aja, tapi juga: dilahirkan di bawah atap yang kokoh, kenal listrik sejak bayi, punya tabungan, dan bisa sekolah. Karena faktanya orang2 kaya kita cuma 25% populasi dunia..

Hm, jadi serius ya, gapapa, ga pernah terlalu pagi buat memulai pelajaran :) Semoga dengan ini kita bisa lebih bersyukur pada Tuhan.

No comments:

Post a Comment