July 04, 2009

Coraline



Image (c) 'Coraline'; original image taken from entertainmentwallpaper.com


Abis nonton filmnya aku perlu menggelengkan kepala berkali-kali dan membatinkan kata-kata buat meyakinkan aku hidup di dunia nyata, bukan di Coraline, tapi akhirnya aku sepenuhnya bangun pas aku inget sekolah 7 hari lagi (yeah, that really punch me right on the face).

Tapi kayanya nggak perlu juga, soalnya aku bahagia dengan orang tuaku tercinta :p Kenapa, soalnya akar permasalahannya: Coraline yang kurang perhatian lantaran orang tuanya sibuk kerja. Gara-gara itu, seorang penyihir asing ‘kasihan’ sama dirinya yang tidak bahagia dan ‘mengundangnya’ masuk ke dunia paralel di mana the ‘other parents’ tinggal. Terus tiap malam Coraline masuk ke sana buat ketemu sama ‘orangtua lainnya’-nya, yang jauh lebih perhatian dan menyenangkan, ibunya memasak makan malam yang lezat (ibunya yang asli nggak masak D: ), ayahnya membuatkan kebun indah dengan bunga-bunga yang bersinar, bahkan Wyborne (tetangga Coral yang cerewet) di sana jadi teman yang menyenangkan. Coraline sedih tiap dia bangun dari ‘mimpinya’, dia kembali lagi ke dunia nyata yang membosankan. Dan suatu malam, orangtua lain Coraline menawarkan untuk tinggal selamanya bersama mereka. Tapi akankah Coraline tetap senang kalau ia tahu ada rencana di balik tawaran itu??...


(Wah, tiba-tiba jadi resensi?)


Btw, Coraline disuarakan oleh aktris cilik favoritku, Dakota Fanning :D Tapi aku paling suka pas dia jadi anaknya Tom Cruise yang claustrophobic di War of the Worlds. Terus, film ini berdasarkan buku oleh Neil Gaiman, penulis ‘Stardust’ yang udah dijadiin film itu, bisa juga ya dia nulis buku anak-anak. Kalau sutradaranya… nggak ada yang aku kenal hahaha… Emang aku cuma hafal 2 sutradara di dunia ini, The Genius One Mr. Spielberg, dan Mr. … Syalahman? Shyalaman? Pokoknya itu dah yang ngebuat Lady in the Water (and other crappy movies). Oh, plus satu, Riri Riza.


(Nah sekarang malah jadi sesi pengetahuan dunia perfilman)


So yeah, akhirnya bisa nonton ini juga, hiks aku ketinggalan film-film baru gara-gara Balikpapan kota terpencil . Bahkan belum nonton Slumdog! Tak bisa dipercaya! XXI lebih milih nampilin film-film horor dengan Dewi Perssik sebagai kuntilanak, dari pada drama yang menyabet seraup Academy Awards. Aku maklum selera orang beda-beda, tapi ini di luar batas logika saya.


…Oke, guys, segitu dulu. Thanks for reading, and happy holiday for y’all.

No comments:

Post a Comment